Melawan Dengan Iman Teguh

41 views

Melawan Dengan Iman Teguh

Oleh

Supi Miranti Hia

STT Pelita Bangsa

1 Petrus 5:7 “serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA sebab ia yang memelihara kamu”

Seorang ayah dan kepala keluarga yang melawan penyakit kanker stadium empat dengan iman teguh.pernah di vonis dua kali menderita kanker pancreas dan kanker otak.secara logika tidak masuk akal baginya untuk sembuh karena rata-rata yang terkena penyakit kanker dengan stadium akhir biasanya meninggal.namun pada hari itu jika pergi kerumah sakit dan mengunjungi salah satu rumah sakit tempat ayah di rawat ketika mengalami kanker kita bisa bertanya tentang ayah kepada dokter tersebut. Dokter itu berkata “ia adalah manusia yang penuh keajaiban dan mujizat penuh kasih karunia yang menakjubkan”. Ia merasa sangat takjub melihat ayah tersebut bisa sembuh dua kali dari kanker dan kasus tersebut di bawa dalam rana kedoteran untuk di pelajari.seorang ayah itu tidak menghadapi dengan kekuatan dan pikirannya melaikan melawan dengan iman yang teguh.ia percaya bahwa Tuhan berkuasa untuk menyembuhkan,bahwa dalam nama Yesus ada kuasa dan oleh bilur-bilurnya ia di sembuhkan.jika kita mengalami krisis,jangan hadapi itu dengan kekuatan dan pikiran kita tetapi hadapilah dengan iman teguh karena Tuhalah yang akan menyelesaikannya bagi kita dan iman kita yang teguh dapat menyelamatkan hidup kita.

Hal yang menjadi pondasi kita

Suatu malam seorang anak dan teman-teman pada malam hari pergi memancing di tengah laut dan mengambil umpan di bagian,bagian adalah rumah yang terbuat dari bambu yang berada di tengan lautan.ketika anak ini heran melihat bagaimana bagan ombak dan badai itu bisa berdiri tegak.apa yang buat baga itu kuat,tidak tergoyahkan,dan tidak terpengaruh angina?ternyata karna pondasi yang dalam.bambu di tancapkan puluhan meter dalam dasar laut untuk menopang bagan agar tetap berdiri kokoh.

Apa yang menjadi pondasi kita? Apakah Pondasi kita adalah firman Tuhan, keintiman dengan Tuhan,dan iman yang teguh?iman teguh berbicara tentang sesuatu yang kokoh,kuat, dan tidak tergoyahkan.iblis tidak takut kepada kita yang rajin kegereja setiap mingg,menyanyikan lagu-lagu rohani,pergi kerumah doa,alkitab yang kita bawa,salib,air suci,dan anggur perjamuan.iblis hanya takut kalau kita datang ke gereja menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran dan kita merasakan hadirat Tuhan karena hal tersebut membuat iman kita menjadi kuat,dan membuat kita hidup dalam kebenaran.iblis takut dengan iman yang teguh,oleh karena itu lawanlah ia dengan iman yang teguh.iblis takut jika kita mengerti firman Tuhan lebih banyak lagi.mengapa?karena dalam firman Tuhan kita mengerti ratusan janji Tuhan ,iblis takut dengan kuasa darah Yesus dan ketika kita mempunyai iman yang kokoh.

Seperti apa Pondasi yang kita tanam? Apakah Pondasi yang kita tanam adalah harta, jabatan, kepintaran atau warisan? Hanya ingin mengatakan bahwa hal ini sudah tidak bisa lagi di pakai sebagai fondasi dalam masa krisis.jika kita memakai kekuatan iblis akan secepat mungkin menangkap kita dan akan segera mungkin melangsungkan rencana jahatnya,kita harus memiliki fondasi iman yang teguh,berserah,percaya seratus persen kepada Tuhan dan membaca firman Tuhan setiap hari.mari kita melatih iman kita dengan menyembah dan membaca firman Tuhan setiap hari.bangunlah mezbah keluarga di rumah,keluarga,saling mendoakan dan menumpangkan tangan agar damai sejahtera,kekuatan dan sukacita ada dalam kehidupan keluarga.praktikanlah kuasa darah Yesus.begitu ada yang kerasukan setan,jangan panggil pendeta pada tengah malam karena kita sudah memiliki otoritas dari Yesus gunakanlah itu.

Merespon masa krisis dengan cara benar

Jika kita mengalami masalah dan penyakit kritis berikan respon dengan cara benar kita harus bisa menguasai diri dan menjadi tenang supaya bisa berdoa kemudian lawanlah rencana dan serangan jahat iblis dengan iman teguh.mungkin semua pakar ekonomi mengatakan bahwa pada hari-hari depan keadaan akan semakin buruk. Jangan paniK, tetapi bawalah seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Referensi:

Alkitab. (2014). 1 Pet 5 : 7. Jakarta : Lembaga Alkitab Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!