Menemani Anak Saat Sekolah Tutup

184 views

Menemani Anak Saat Sekolah Tutup

Oleh

Antonius Natan

STT LETS

Pendahuluan

Tatkala bicara tentang anak, sesungguhnya kita juga membahas tentang keluarga, maka perlu dipahami apa hakekat keluarga menurut Firman Tuhan, mari amati kitab suci dalam Kejadian 1: 27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Melalui pasal tersebut dapat dimengerti bahwa keluarga merupakan rancangan Tuhan yang diberikan kepada manusia dengan pesan yang sangat jelas bahwa keluarga terjadi karena bersatunya laki-laki dan perempuan dengan tujuan memiliki keturunan yang memiliki kemampuan mengelola bumi. Peristiwa ini juga sangat jelas dalam Firman Tuhan dalam Kejadian 2: 24 “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”. Sehingga kita paham dan mengerti bahwa orang tua yang terdiri dari laki-laki dan perempuan terikat dengan janji pernikahan dihadapan Allah, memasuki bahtera rumah tangga menjadi ayah dan ibu bagi anak-anak sebagai keturunan sekaligus merupakan penerus gererasi.

Tujuan Generasi Dibentuk

Keluarga dengan tujuan memiliki keturunan menjadi generasi penerus merupakan maksud Tuhan agar manusia memasyhurkan namaNya, jelas tertulis dalam Yesaya 43:21 “umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku“.  Ada mandat ilahi didalam keluarga yang tidak boleh dikesampingkan, merupakan tanggung jawab orang tua sebagai ayah dan ibu untuk menjadikan anak-anak berjumpa dengan Tuhan, mengenalNYA dan melakukan kehendakNYA. Generasi penerus secara turun temurun menjaga warisan iman kepada Tuhan Sang pencipta langit dan bumi.

Panggilan khusus kepada Ayah untuk mengajarkan anak-anaknya untuk mengenal Allah yang hidup, Allah yang menciptakan, Allah yang berdaulat dan manusia memiliki kewajiban takut akan Tuhan, hormat dan menjaga hidup agar memenuhi standar yang Tuhan berikan sesuai Firman Tuhan yang tercantum dalam kitab suci. Generasi penerus ini haruslah didik dalam sepanjang hidupnya, sehingga Ayah disebut Bapa Sepanjang Kehidupan. Pendidikan takut akan Tuhan dan menjadikan anak memiliki karakter seperti Kristus dilakukan setiap hari, berulang-ulang dari bulan ketahun terus menerus sehingga membentuk karakter anak yang baik dan benar dipemandangan Tuhan itu sendiri. Praktek memuridkan atau mengajarkan anak-anak sangat jelas pola dan metodenya jika kita merujuk Firman Tuhan dalam Mazmur 78:4 ”kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. 5  Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, 6  supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 7  supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya”;

Keluarga yang diciptakan Tuhan terdiri dari orang tua dan anak-anak merupakan jembatan generasi berikut, ada mandat ilahi yang diwariskan bagi keturunan berikut, memperhatikan ayat diatas bahwa setiap angkatan diajarkan sebagai berikut satu, bersyukur dan melaksanakan puji-pujian kepada TUHAN, kedua menceritakan betapa agung dan perkasanya TUHAN yang disembah serta ketiga menyaksikan perbuatan-perbuatanNYA yang ajaib.

Peranan Ayah Saat Sekolah Ditutup

Dalam menghadapi dan melawan Virus Corona Covid-19 salah satunya adalah isolasi diri, keluarga tidak melakukan aktifitas dikantor melainkan melakukannya semua dari rumah, sejak pagi hingga malam. Demikian juga anak-anak tidak kesekolah, aktifitas belajar dilakukan dirumah. Praktis orang tua dan anak-anak berkumpul dalam satu atap yang mungkin sangat jarang terjadi dalam situasi normal. Berkumpulnya keluarga adalah suatu keistimewaan. Dan saat ini kesempatan emas terbuka sehingga dimungkinkan orang tua, ayah dan ibu berperan dalam mendidik dan memuridkan anak-anaknya secara langsung, mengingat hakekat keluarga dan tujuan penciptaan serta tata cara yang diajarkan sesuai Firman Tuhan, dalam jaman Sosial Media 5.0. maka berbagai cara dan model pendekatan yang dapat dilakukan oleh ayah dan ibu dalam mendidik anak secara langsung. Jika Firman Tuhan jelas menyatakan bahwa Pendidikan anak-anak merupakan tanggung jawab orang tua dalam hal ini adalah Ayah yang menjadi pemimpin dalam keluarga, berbagai penelitian menguatkan hal tersebut. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa peran aktif orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan sangat mampu meningkatkan pencapaian belajar si anak. Salah satunya ditunjukkan oleh hasil penelitian Harvard Family Research Project bahwa keterlibatan orang tua memiliki kaitan erat dengan peningkatan prestasi belajar anak. Penemuan ini terlihat jelas pada hasil ukur belajar anak, baik itu pada nilai ujian, nilai ulangan, dan cara pengukuran lain termasuk penilaian subjektif guru di sekolahnya.

Menurut penelitian di Vanderbilt University, keterlibatan orang tua bukan hanya proses melibatkan diri dalam satu moment saja, tetapi sebaliknya berlangsung sepanjang waktu dan terus mengalami peningkatan. Selain orang tua, sekolah dan masyarakat juga memegang peranan penting dalamm proses Pendidikan anak. Riset yang dimuat di CSU Bakersfield menjelaskan bahwa pelajar kemungkinan besar akan lebih termotivasi untuk mendapatkan nilai yang sempurna di sekolah, kemudian berprilaku lebih baik dan punya keterampilan sosial yang memadai apabila orang tua berperan aktif dalam mendukung dan melibatkan diri pada lingkungan sekolah anaknya, Sehingga tiba saatnya para Ayah yang memiliki peranan Imam dalam keluarga, memimpin keluarga agar mampu berada dalam jalan yang benar. kini waktunya tiba panggilan TUHAN kepada Ayah untuk memuridkan anak-anaknya sebagaimana Firman Tuhan dalam Maleakhi 4:6 “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

Ayah berperan penting menentukan biduk rumah tangga sesuai dengan janji pernikahan yang diucapkan didepan altar kudus kepada Allah dan mendapat berkat dari Hamba Tuhan sebagai tanda dimulainya tanggung jawab dan pelaksanaan mandat untuk mendidik anak sesuai dengan iman Kristiani. Selain keberhasilan dalam pendidikan, hal yang penting adalah anak-anak mengenal dirinya, mengetahui panggilan spiritualnya, memiliki identitas sebagai manusia yang diselamatkan oleh kasih dan anugerah Tuhan Yesus, mampu hidup dan bertahan menuju panggilan Surgawi dengan karakter Kristus dalam jiwa dan raganya. Jadikan waktu-waktu ini memberi arti yang istimewa bagi anak-anak, sekolah ditutup membuka pintu ayah memasuki jiwa anak-anaknya.

Agar harta iman tetap berada dalam hati anak-anakmu, maka Ayah harus berada dalam hidup mereka saat ini.

Pro Ecclesia et Patria.

Referensi:

Alakitab. (2014). Mal 4 : 6. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!