BENARKAH NATAL TGL 25 DESEMBER?

40 views
BENARKAH NATAL TGL 25 DESEMBER?
Oleh Ir. Dwi Putranto, M.Th.

Perdebatan bahwa Natal tidak mungkin tanggal 25 Desember sudah lama merebak. Beberapa versi mengatakan bahwa tanggal 24 – 25 Desember adalah hari peringatan dewa matahari mengingat matahari mencapai kulminasi tertinggi pada tanggal itu. Alasan lain yang menentangnya adalah fakta bahwa itu musim dingin sehingga tidak mungkin dilakukan sensus penduduk, dan tidak mungkin ada gembala yang tahan di cuaca dingin. Lalu tanggal berapa sebenarnya? Alkitab tidak menjelaskan secara detail tanggal Yesus lahir. Tapi jika kita telaah benar-benar ada beberapa petunjuk. Mari kita lihat!

  1. Saat Zakharia bertemu malaikat

Secara kronologis urutannya sbb:

  1. Malaikat mengunjungi Zakharia menyampaikan bahwa istrinya, Elisabet, akan mengandung (Luk 1:13)
  2. Elisabet mengandung dan pada bulan keenam kandungannya, malaikat menyampaikan pesan kepada Maria (Luk 1:26 – 27, 36)
  3. Maria mengunjungi Elisabet. Diperkirakan Maria masih sangat muda kandungannya. Dia tinggal di rumah Elisabet selama tiga bulan hingga sesaat sebelum Elisabet melahirkan (Luk 1:56 – 57), kemudian Maria pulang.
  4. Berarti Maria pulang saat kandungannya tiga bulan. Enam bulan kemudian Yesus lahir.

Yesus lahir 15 bulan sejak Zakharia diberi tahu malaikat. Di sini kuncinya. Zakharia sedang melayani sebagai imam saat itu (Luk 1:8) dan dia dari rombongan Abia (Luk 1:5).

Ada 24 rombongan imam yg melayani Bait Allah, dimana rombongan Abia adalah yang kedelapan (I Taw 2:10). Rombongan imam melayani Bait Allah bergiliran setiap Sabat. Berarti setiap rombongan akan melayani per enam bulan. Zakharia melayani waktu pembakaran ukupan (Luk 1:10), maka diperkirakan dia melayani pada hari raya Sukkot atau Simchat Torah, yaitu pada kalender Masehi jatuh pada pertengahan September – awal Oktober. 15 bulan sesudah Zakharia bertemu malaikat adalah saat Yesus lahir, yaitu sekitar pertengahan Desember – awal Januari.

2. Nubuatan Kelahiran Tuhan dalam Kitab Hagai

Kitab Hagai 2:19-20:

“Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya–mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”.

Dasar bait Tuhan secara rohani dipercaya sebagai kelahiran Yesus yg mendasari Bait Tuhan sejati. Tanggal 24 bulan ke-9 (Kislew) dalam kalender Yahudi jatuh sekitar tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian.

3. Keberadaan Gembala di Musim Dingin

Maria melahirkan di Betlehem, dan di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga ternak pada waktu malam (Luk 2:8). Jika diperhatikan tidak disebutkan bahwa gembala-gembala tersebut ‘sedang menggembalakan’ pada malam hari. Jadi besar kemungkinan mereka sedang berkumpul di sekitar pendiangan menghangatkan badan, sementara kawanan ternaknya di kandang.

Betlehem atau Efrata adalah lahan yang sangat subur. Di sana ada padang Yaar (Maz 132:6) yang penuh pepohonan, dan Menara Edar (Migdal Edar) yang menjadi menara pengawas untuk penggembalaan (Kej 35:21). Di dalam Mishna, dijelaskan bahwa di Betlehem ada peternakan milik Bait Allah yang digembalakan khusus untuk dikorbankan. Itu tidak ada liburnya. Meskipun musim dingin, domba-domba tersebut tetap digembalakan supaya siap menjadi korban. Jadi tidak ada penjelasan teknis yang membenarkan bahwa saat musim dingin proses penggembalaan ditiadakan.

4. Musim Dingin

Kita terpengaruh bahwa pada saat ini bulan Desember adalah musim dingin. Dua ribu tahun lebih sejak Kristus lahir membuka kemungkinan perubahan cuaca. Perlu diingat bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi, sehingga sangat mungkin Tuhan membuat perbedaan atau anomali cuaca untuk menyambut kelahiran-Nya. Bukankah Tuhan sanggup menahan bumi berputar?

            Para peneliti cuaca menyebutkan adanya periode hangat bumi, yang disebut Roman Warm Period1, dimana pada era tersebut ditemukan bukti bahwa iklim bumi lebih hangat dibandingkan pada umumnya. Jadi sangat besar kemungkinan bahwa pada hari lahirnya Kristus, bumi lebih hangat dari yang kita kenal.

5. Hari Penyembahan Dewa Matahari

Mari kita lihat sejarah Babel2. Setelah Nimrod wafat, istrinya Semiramis, ingin mempertahankan posisi Nimrod sebagai titisan dewa matahari. Dia melacurkan dirinya dan mengandung tanpa suami dan mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya adalah titisan Nimrod. Anak itu dinamakan Tammuz, yang artinya Sang Tunas. Sedangkan Semiramis dipandang sebagai Dewi Ishtar atau Ratu Sorga. Penyembahan Tammuz dan Ishtar inilah yang menjadi dasar Paganisme (penyembahan setan). Kisah yang disampaikan persis sama dengan kelahiran Kristus, tapi sudah disampaikan jauh sebelum Kristus lahir.

Bagi penganut Paganisme, hari raya terbesar mereka adalah perayaan musim dingin menyambut kelahiran Tammuz yang disebut sebagai hari raya penyembahan dewa matahari, yang jatuh sekitar tanggal 25 Desember, sebagai tanggal dimana titik balik matahari musim dingin. Ketika pada akhirnya Kaisar Konstantin menetapkan 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Kristus, itu diduga sebagai bagian kompromis penerimaan Kristen sebagai agama kerajaan terhadap kaum paganisme.  Benar tidaknya kisah ini tidak mempengaruhi iman percaya kita akan Kristus. Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember atau bukan, tidak mengurangi iman percaya kita akan kelahiran Kristus yang datang untuk menebus umat manusia dari dosa.

            Jadi tidak penting berdebat tentang tanggal kelahiran Tuhan Yesus. Tuhan sanggup mengubah yang tadinya salah menjadi benar, maksudnya adalah meskipun mungkin ada yang mempertahankan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari dewa matahari, tapi toh Tuhan sanggup menjadikan hari Natal tanggal 25 Desember menjadi hari perkabaran Injil melalui perayaan Natal. Berapa banyak mereka yang hadir di perayaan Natal bertobat dan percaya Kristus. Tapi setidaknya beberapa penjelasan di atas sanggup menjawab kebingungan kita akan pertanyaan apakah Tuhan Yesus lahir di tanggal 25 Desember.

Daftar Pustaka

____ Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia. Jakarta, 2012

____ https://en.wikipedia.org/wiki/Roman_Warm_Period

____ https://kompasiana.com/www.tabloidjubi.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!