RESPON PEMIMPIN KRISTIANI PADA MASA DISRUPSI ERA INDUSTRI 4.0

RESPON PEMIMPIN KRISTIANI PADA MASA DISRUPSI

ERA INDUSTRI 4.0

Dr. Antonius Natan, M.Th. | Wakil Ketua I Bidang Akademik STT LETS

 

Leadership 1.0 Era Revolusi Industri – Tenaga Uap

Dunia mengalami perubahan dahsyat saat ditemukan tenaga air dan uap, menggantikan tenaga manusia dan tenaga hewan dengan mesin. Generasi pertama dari revolusi industri adalah penemuan mesin uap pada abad ke – 18 oleh James Watt, dan catatan sejarah pada abad ini agraria menopang sektor ekonomi, bersamaan dengan bangsa Eropa yang berperan sebagai penjajah, mengutip hasil agraris dari berbagai kawasan di dunia. Industri merubah status sosial ekonomi dan terjadi kenaikan standar hidup, berbeda dengan nasib buruh yang buruk, diperas keringatnya dengan bayaran murah, ekploitasi anak sebagai pekerja merupakan hal yang wajar.

Pemilik adalah penguasa, pemilik adalah pemimpin merupakan orang yang kuat, pemimpin seperti dilahirkan, karena meneruskan kepemimpinan orang tuanya. Jurang antara kaya dan miskin sangat besar, antara pemimpin penguasa dengan bawahan seakan ada tembok pembatas. Tugas atau tanggung jawab dari atas ke bawah diberikan secara satu arah layaknya komando, yang membantah atau kritis dianggap sebagai pemberontak. Bawahan hanya menerima dan mengerjakan tepat seperti yang diminta, jika berbeda atau salah maka akan terjadi aniaya fisik dan upah mungkin tidak dibayar, pada masa ini martabat manusia tidak diperhatikan.

 

Leadership 2.0 Era Revolusi Industri – Kelistrikan

Perubahan semakin terasa, Bumi berputar semakin kencang ditandai penemuan listrik, motor pembakar, permesinan, pesawat terbang, telepon, mobil, radio dan produksi masal, revolusi industri generasi kedua diawali dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakar dalam (combustions amber). Pada masa ini muncul penemu yang melahirkan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang dll. yang mengubah wajah dunia. Akibat penemuan pembangkit listrik abad ke – 19 memacu orang semakin kreatif dengan menciptakan sistem jalur perakitan sehingga tercipta proses produksi transportasi secara masal. Tentu saja dengan otomatisasi ini menimbulkan masalah baru karena mesin mesin menggantikan tenaga manusia, jumlah pengangguran meningkat, sebaliknya gaya hidup kapitalis dikalangan penguasa, pebisnis dan politisi menjadi model yang diimpikan, munculnya ketimpangan ekstrim antara kaya dan miskin. Manusia berlomba menemukan hasil penelitian yang kreatif dan tidak pernah terpikirkan, salah satunya adalah pembangunan rel kereta api yang melitas area pegunungan, dengan demikian kebutuhan besi dan baja dalam skala besar dimulai, seakan bumi hendak di genggam. Tahun 1840 Charles Fenerty di Nova Scotia dan Friedrich Gottlob Keller di Saxony menemukan mesin mengekstrak serat dari kayu dan membuatnya menjadi kertas, dengan semakin murahnya harga kertas, maka buku sekolah, buku fiksi dan non fiksi serta surat kabar bermunculan, era informasi terjadi.

Munculnya pemimpin pengusaha dan penguasa yang adalah pemilik dan mendorong kemajuan industri tanpa peduli nasib buruh. Pemilik fokus kepada proses produksi sehingga pola kepemimpinan dilakukan secara formal dan manajemen dilakukan secara birokrasi, yang tercermin dari penetapan sasaran kerja oleh pemilik modal. Disamping itu dunia informasi menjadi terbuka dan disambut oleh kalangan menengah untuk menimba ilmu, sehingga wawasan kaum buruh bertambah. Arus informasi dari surat kabar yang terbit, berita berita dari daerah yang jauh dan tidak pernah diketahui, pada masa ini berita tersebar dan informasi terbuka begitu saja. Situasi dan kondisi ini tidak disukai oleh pemimpin sehingga penguasa harus mengendalikan dengan berbagai cara, agar informasi dihambat bahkan dilarang. Pada era ini masyarakat menengah yang kritis terhadap penguasa dan pemilik modal mulai memiliki pengaruh dan pengikut, sehingga penguasa menuduh kaum menengah sebagai kaum radikal dan pemberontak. Tarik menarik pengaruh mewarnai masa ini maka lahirlah partai-partai politik, dengan kemampuan terbatas pengaruh masyarakat menengah selalu sirna dan pemilik modal yang sanggup menciptakan tandingan menguasai permainan dan semakin kejam kepada masyarakat kelas menengah. Penguasa sebagai pemimpin memberikan instruksi seperti perintah layaknya komando dalam dunia militer, masyarakat harus menerima kebijakan kebijakan walaupun tidak sesuai dengan hati nurani. Kepemimpinan berjalan masih satu arah, dan tidak layak bagi bawahan bertanya atau membantah.

Leadership 3.0 Era Revolusi Industri – Otomatisasi

Seakan mengejar ketertingalan, dunia maya diperkenalkan pada era ini, manusia seakan ingin mempersamakan diri dengan Tuhan melalui kreatifitas penemuan alat-alat elektonik. jaringan internet diperkenalkan dan sistem IT dipergunakan untuk produksi massal. Manajemen ditransformasi sebagai manajemen modern. Generasi ketiga revolusi industri dikejutkan oleh penemuan teknologi digital dan internet. Perkembangan semi konduktor dan proses otomatisasi industry, dunia memasuki era digitalisasi, pada awalnya penggunaan internet untuk keperluan yang sederhana, sekedar untuk mencari informasi dan berkirim pesan, tetapi pada gilirannya telah memiliki nilai tambah menjadi internet of things, self-driving car dan robot, penggunaan internet mengubah wajah bisnis dan dunia dalam berinteraksi serta berkomunikasi.

Pada masa ini pengaruh pemimpin yang berpendidikan formal dalam industri menuntut efisiensi dan produktifitas, semua peranan dan fungsi managerial mulai terukur dengan menggunakan kecanggihan IT. Munculnya peranan professional dan prilaku manusia dalam organisasi menunjukkan bahwa manusia bermartabat, dibuktikan dengan sistim penggajian dan merit system yang lebih adil walaupun belum merata, Hak asasi manusia mulai dipertimbangkan, sehingga pemimpin mulai meletakkan sistem manajemen modern dalam organisasi.

Pemilik modal fokus kepada keuntungan dari hasil produksi, keterbukaan sistem informasi manajemen berjalan dan pemimpin mulai melibatkan manajemen dibawahnya dalam pengambilan keputusan. Bawahan dapat memberikan masukan tanpa diminta dan turut serta membantu mendisain sistem, kreatifitas junior manager dituntut untuk bisa menciptakan peluang.

Persaingan dalam industri maupun jasa begitu ketat, marketing intelijen dengan cepat menduplikasi apa saja yang menjadi permintaan pasar, kebutuhan produksi menyesuaikan dengan pasar. Sering terjadi kepanikan pada masa ini sehingga pemilik modal menonjolkan pengaruh atau kekuatan yang dimiliki, manajemen terror dengan menggunakan tekanan, rasa takut dan birokrasi sebagai bagian dari memotivasi, pemimpin pada era ini umumnya tetap fokus kepada hasil akhir, tetapi mentolerir perilaku buruk jika bawahan mencapai hasil yang ditetapkan.

 

Leadership 4.0 Era Revolusi Industri – Cyber

Modernisasi dunia tercermin dalam Revolusi Industri generasi keempat dan era millennial hadir bersamaan ditandai dengan diciptakannya super computer, robot pintar, kendaraan tanpa kemudi, editing genetic, dan perkembangan Neuroteknologi, yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak, hal ini disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution. Kemajuan teknologi kecerdasan robot disektor industri merupakan fakta, dibalik itu kegaduhan muncul dengan ancaman pengangguran massal. Efisiensi dan efektifitas menjadi fokus dalam produksi, zero defect produksi dapat dicapai justru terjadi tanpa melibatkan manusia, dan tentu saja kondisi ini memotong biaya-biaya dan pada ujungnya konsumen diuntungkan. Perubahan cepat ditandai dengan perubahan drastis dalam beberapa organisasi pada saat ini, bisnis tidak sekedar mencari keuntungan melainkan juga melihat kepada tujuan, pemilik modal memulai bisnis mengacu kepada visi dan misi, nilai nilai perusahaan menciptakan budaya baru dalam organisasi, perusahaan menerima tanggung jawab lebih luas untuk kemaslahatan masyarakat banyak, perhatian terhadap ekosistem menjadi hal utama dalam mempertimbangkan keputusan, struktur dalam organisasi menyesuaikan kepada kebutuhan, hirarki dan birokrasi dihapuskan sehingga mempercepat pengambilan keputusan, teori organisasi yang dipelajari dari text book seakan menjadi usang, McKinsey & Company menyatakan bahwa agile organism merupakan model organisasi yang cocok saat ini, seperti yang dilakukan oleh ING’s (ING’s agile transformation)

Peranan pemilik modal memilih dan memilah orang orang sesuai dengan bakat dan kemampuannya, sehingga terbentuk tim yang multidisiplin untuk mengerjakan proyek proyek dan mampu mengambil keputusan secara otonom, kebiasaan rapat berjam-jam berubah menjadi diskusi kelompok yang mampu mengerjakan segala sesuatu secara efisien, hasil kerja menjadi patokan, penilaian tidak lagi dilihat secara individual melainkan kepada hasil kerja tim kerja yang mampu menghasilkan dan meningkatkan nilai organisasi. Jarak tidak lagi menjadi halangan, karena komunikasi melalui video conference telah merubah agenda pemimpin, waktu perjalanan dinas yang panjang dapat dihilangkan, sehingga pemimpin bisa mengalihkan waktu yang berkualitas kepada keluarga atau kepada koleganya.

Saat pandemi covid-19 semua berubah, work from home menjadi model yang dipilih, kemampuan tradisional benar benar tersingkirkan oleh kemampuan teknologi informasi. Walaupun masih banyak pekerjaan teknis yang harus dilakukan dengan kehadiran manusia. Tetapi mungkin kedepannya tetap akan dilakukan oleh robot dan IOT akan mengambil alih

Pemilik Modal atau pimpinan organisasi saat ini umumnya dikendalikan oleh generasi kedua dan atau ketiga dengan pendidikan tinggi dari luar negeri harus bersaing dengan startup company yang dimotori oleh anak anak milenial dan bukan dari keluarga kaya raya, serbuan bonus demografi khususnya bagi Indonesia, adalah tantangan tersendiri, tantangan yang ada saat ini adalah kaum milenial menemukan jalan untuk menaklukan pesaing, kebiasaan jaman dulu tidak dibawa pada masa kini, melainkan segala sesuatu yang baru atau mungkin masih dalam mimpi banyak orang, malah menjadi aktual bagi kaum milenial, dunia menjadi relevan takala milenial jaman ini mencari jalannya. Kaum milenial yang terlahir sangat dekat dengan dunia teknologi dan kaum ini sangat melekat dengan teknologi sehingga muncullah budaya baru dan model pembelajaran tidak lagi berada dikelas melainkan dapat dilakukan dimana saja, asal ada jaringan wifi, pengetahuan, kecerdasan kaum milenial berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka adalah generasi relevan yang sangat beradaptasi dengan dunia dengan ditemani mesin pencari seperti google, budaya komunikasi verbal dan visual menjadi jarang dilakukan, interaksi kepada keluarga dan sahabat dapat dilakukan di cafe ataupun rumah kopi, tetapi interaksi tidak dilakukan dengan komunikasi langsung, karena setelah berkumpul kaum milenial sibuk dengan gadget masing masing, ada yang nonton Netflix, ada yang main games ada yang sibuk update status diberbagai sosial media. Minimnya komunikasi merubah pola pikir dan persepsi sehingga orang tua atau siapapun harus memahami personality maupun karakter agar bisa terkoneksi dengan baik. Seperti yang saya alami dalam keluarga.

Pada jaman millennial ini, kreatifitas dan inovasi menjadi panglima, perubahan yang drastis dan cepat seperti yang terjadi pada beberapa perusahaan aplikasi online, pemilik modal sekaligus pemimpinnya adalah anak anak muda yang baru selesai kuliah atau bahkan ada juga yang sedang menyelesaikan skripsi, omset perusahaan mencapai milyaran, naluri memimpin sejalan dengan peningkatan kebutuhan, sang pemilik sekaligus pemimpin memiliki peran dan fungsi ganda, mereka juga mempekerjakan orang banyak dengan peranan dan fungsi ganda pula, disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang berjalan dan semua tentunya relevan. Orang harus menyesuaikan diri dengan jaman yang sedang berjalan. Setiap pemimpin yang mampu menyesuaikan dan menerapkan agile organization, mampu keluar sebagai penakluk jaman, ketangguhan organisasi mudah mengikuti perkembangan dan merubah pola kerja dan mungkin juga menabrak nilai nilai yang selama ini dianut, mengalahkan mitos-mitos dan melihat situasi secara relevan dan mengambil tindakan secara kreatif. Pertumbuhan yang cepat menimbulkan kreatifitas menciptakan model organisasi yang relevan dengan kebutuhan, gelar kesarjanaan atau lulusan dari program studi tertentu tidak menjadi pertimbangan lagi, melainkan kebutuhan lowongan disesuaikan dengan keahlian dan kemampuan sumber daya yang tersedia, Nadiem Makarim pendiri Go-Jek menaklukkan persaingan dengan disruption respon yang tepat. Dan banyak lagi perusahan Unicorn Indonesia dan Start Up Company yang bertumbuh menjamur. Merobek kebiasaan jaman.

Faktor kerjasama dan kecepatan diperlukan dalam kelompok kerja, kemampuan teknis komputerisasi menjadi andalan, kemampuan non teknis seperti komunikasi secara mirroring sangat mendukung, dunia semakin transparan dan jarak serta waktu bukan lagi menjadi penghalang, semua seakan terhubung, orang dapat berkomunikasi antar negara dengan Zoom Meeting, Google Talks, Signal, Team Link, dan hebatnya lagi hanya menggunakan aplikasi WhatsApp, Signal, Telegram dilakukan secara praktis dan nyaris disebut gratis, komunikasi bukan lagi monopoli provider seluler. Hanya diperlukan signal WIFI saja.

Gaya pemimpin jaman ini, adalah berbagi informasi secara maksimal, menciptakan kondisi yang membangkitkan motivasi, mereka terobsesi dengan kinerja dan pencapaian tujuan yang sesuai, tetapi sebaliknya ada pula pemimpin yang menjadi penghambat kemajuan anak buah bahkan rekan kerja, tidak memberikan arahan yang jelas bahkan inisiatif baru tanpa memperhitungkan kapasitas serta membuat kebijakan yang tidak bermanfaat.

Menarik pernyataan Reed Hasting, CEO Netflix bahwa jarang sekali ditemukan perusahaan mati karena bergerak terlalu cepat, namun sebaliknya yang seringkali ditemukan adalah perusahaan mati karena bergerak terlalu lambat. Pilihan Hidup dan Mati ada ditangan masing-masing, maka semua harus bergerak dan melakukan apa saja, tentunya apa yang baik dan benar menurut Ajaran Kristiani. Dan kita perlu ingat akan peran dan fungsi kita sebagai garam dan terang sekaligus sebagai Pewarta Keselamatan.

Yeremia 23: 18 “Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!