THE SAINTS ERA

83 views

THE SAINTS ERA
Ditulis oleh:
Ir. Juserdi Purba M.Th
Dosen Tetap Prodi Sarjana Teologi STT LETS Bekasi

PENDAHULUAN
Gerakan Reformasi tahun 1517 yang dimulai oleh Martin Luther menjadi awal dari pemulihan gereja setelah masa kemerosotan (atau disebut juga masa kegelapan) yang telah berlangsung selama sekitar 1.200 tahun. Gerakan Reformasi (disebut juga sebagai Gerakan Protestan) menjadi koreksi atas tradisi agamawi dan usaha sendiri dengan melakukan sakramen tobat yang keliru yang diajarkan dan dipraktekkan oleh gereja Katolik Roma pada masa itu. Martin Luther dipakai Allah untuk memulihkan kebenaran bahwa seseorang dapat menjadi anak Allah hanya dengan kasih karunia Allah dan iman kepada Yesus Kristus. Ayat terkenal yang disuarakan Marthin Luther adalah dari kitab Roma 1:16,17 yang berkata:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama- tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Ini adalah permulaan gerakan pemulihan besar (great restoration movement) yang selanjutnya diikuti oleh gerakan pemulihan lainnya. Dr. Bill Hamon dalam bukunya: The Day of The Saints (Metanoia, 2007) menuliskan bahwa para sejarawan gereja telah menentukan tahun 1517 sebagai permulaan resmi periode pemulihan gereja. Sudah ada lima gerakan utama sejak saat itu: 1) gerakan Protestan, 2) gerakan Kekudusan, 3) gerakan Pentakosta, 4) gerakan Karismatik dan 5) gerakan Profetik-Apostolik.

PELAYANAN LIMA JAWATAN
Gerakan pemulihan pelayanan lima jawatan (five-fold ministry restoration movement) menjadi permulaan (pembuka jalan) bagi era (zaman)-nya orang-orang kudus. Dalam kitab Efesus 4:11-12, dikatakan:
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar- pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.
Gerakan Apostolik-Profetik (Apostolic-Prophetic Movement) pada dekade 1990-an menjadi gerakan yang melengkapi pemulihan pelayanan Penginjil, Gembala dan Pengajar pada dekade-dekade sebelumnya, dimana Roh Kudus secara berdaulat membangkitkan hamba-hamba-Nya untuk tampil menyuarakan kebenaran dan mengaktifkan fungsi dari pelayanan-pelayanan tersebut.
Yesus adalah Kepala Gereja. Seperti dikatakan pada kitab Kolose 1:18:
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Yesus adalah kepala dan Gereja adalah tubuh-Nya, tubuh Kristus. Yesus-lah yang memiliki kelima pelayanan (jawatan) tersebut. Kemudian disimpulkan dari kitab Efesus 4:8, tatkala naik ke tempat tinggi (sorga), Ia memberikan pemberian-pemberian (mengaruniakan) pelayanan tersebut kepada Gereja. Yesus yang adalah Rasul Gereja, Nabi, Penginjil, Gembala dan Guru (Pengajar) menetapkan hamba-hamba-Nya mengemban tugas ilahi dalam pemerintahan gereja Perjanjian Baru.
Dalam struktur pemerintahan Gereja, para pelayan lima jawatan adalah pelayan pimpinan (kepala) sebagai perpanjangan kepemimpinan Yesus Kristus. Dalam kitab 1 Korintus 12:28, Rasul, Nabi dan Pengajar disebut di awal secara berurutan dalam fungsinya pada tubuh Kristus. Dalam kitab Efesus 2:19-20, dikatakan bahwa orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah dibangun di atasa dasar para Rasul dan para Nabi dengan Yesus Kristus sebagai batu penjurunya.
Dr. Bill Hamon (Metanoia, 2007) mengatakan, secara teknis, lima jawatan ini bukanlah karunia-karunia Roh Kudus, tetapi karunia yang diberikan Yesus Kristus sendiri ketika Ia naik ke surga. Semua pelayan lima jawatan dipanggil utuk memerintah, memimpin, mengumpulkan, melindungi, dan meletakkan dasar kepada umat Allah. Pelayanan lima jawatan menggambarkan tangan yang merupakan satu-satunya anggota tubuh bagian luar yang dapat melayani ke semua bagian tubuh dari belakang sampai depan, dari kepala sampai kaki.
Rasul-rasul akan memberikan pengayoman dan pertanggungjawaban, nabi-nabi akan memberikan pengarahan, gembala-gembala akan memberikan perhatian pastoral, pengajar-pengajar akan memberikan petunjuk dasar yang sehat dalam prinsip-prinsip firman Allah, dan penginjil-penginjil akan melatih dan memperlengkapi orang-orang kudus untuk penuaian.
Rasul-rasul bagaikan ayah dan ibu yang mengimpartasi dan membesarkan anak-anak mereka dalam iman, nabi-nabi memberikan wahyu dan wawasan adikodrati mengenai panggilan dan pelayanan serta memberikan visi dan mengungkapkan waktu dan saat Allah, pengajar-pengajar mengajarkan firman Allah secara sederhana dan dengan hikmat, gembala-gembala mengasuh dengan konseling, mengenakan pakaian dan persenjataan bagi orang-orang kudus, dan penginjil-penginjil mengimpartasikan semangat mencari jiwa-jiwa untuk diselamatkan dan memperlengkapi dengan hikmat dan urapan untuk memenangkan yang terhilang.

PENUTUP
Tujuan dipulihkannya pelayanan lima jawatan adalah supaya orang-orang kudus (orang-orang percaya yang telah dikuduskan oleh darah Yesus lewat pengampunan dosa) dapat diperlengkapi bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Dimana semua orang-orang kudus yang telah menerima karunia-karunia rohani yang khas (unik) dapat berkontribusi secara bersama dan masif. Seperti dikatakan oleh kitab 1 Petrus 4:10:
Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Sehingga tidak bergantung lagi pada satu atau dua orang hamba Tuhan super-terkenal, tetapi semua turut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dimana Tuhan memanggil ke ketujuh gunung budaya (the seven mountains) untuk menyatakan kerajaan Allah dan memanifestasikan kuasa dan kasih-Nya lewat cara hidup dan nilai-nilai yang seturut dengan firman-Nya, seperti dikatakan pada kitab Filipi 1:27 yang berkata:
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.
Setelah pemulihan (restoration) dari pelayanan lima jawatan, tibalah saatnya era (zaman) bagi orang-orang kudus (para pemercaya) untuk mendemonstrasikan Injil Kerajaan dan menuai tuaian. Dan ketika gereja sudah mengalami pemulihan dan orang-orang kudus telah diperlengkapi maka waktu kairos unuk menggenapi apa yang dinubuatkan nabi Yesaya, seperti yang tertulis pada kitab Yesaya 54:2,3 akan terjadi: Lapangkalah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.
Pemenuhan amanat agung dan penuaian atas suku-suku bangsa akan terjadi. Inilah pelayanan semua tubuh Kristus, juga sebagai persiapan menjelang penggenapan janji kedatangan Tuhan Yesus kembali.

DAFTAR REFERENSI
Alley, J.K. (2007). Pewahyuan Rasuli. Jakarta: Metanoia.
Gibson, K. (2012). The Apostolic and Prophetic Movement. Journal Vol 17: Discernment Ministries International.
Coombs, B. (2001). Rasul-Rasul Masa Kini. Jakarta: Metanoia.
Hamon, B. (2007). Zaman Orang-Orang Kudus. Jakarta: Metanoia.
Hamon, B. (2012). Ayat-Ayat Nubuatan yang Belum Digenapi.
Jakarta: Nafiri Gabriel.
Joyner, R. (2004). Pelayanan Apostolik. Jakarta: Nafiri Gabriel.
Resane, K. (2016). The New Apostolic Reformation: The Critical Reflections of The
Ecclesiology of Charles Peter Wagner. HTS Journal: AOSIS Publishing.

4 tanggapan pada “THE SAINTS ERA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!