Apa artinya menjadi Anak Allah? Apa arti menjadi murid Yesus?

“Kamu mengerjakan apa yang dikerjakan oleh bapamu”

33 views

Apa artinya menjadi Anak Allah? Apa arti menjadi murid Yesus?

“Kamu mengerjakan apa yang dikerjakan oleh bapamu”

Ditulis Oleh Terry Wuisan ST M.Th

Dosen STT LETS Bekasi

 

Matius 23:29-39

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!” “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!

Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

 

Ucapan dari Tuhan Yesus ini sangatlah keras dan langsung pada sasarannya. Ada satu dosa yang tidak bisa Tuhan toleransi sekalipun dia begitu penuh pengertian dan pengampunan akan dosa-dosa yang lain, akan tetapi satu-satunya dosa yang tidak bisa dia toleransi adalah kemunafikan. Dosa di mana seseorang bertindak religius dan seolah-olah benar, atau bahkan mengira bahwa dirinya religius atau benar padahal sebenarnya tidak demikian. Kemunafikan berarti bahwa kenyataan yang ada tidak mendukung hal-hal yang sedang ditampilkan.

 

Apa artinya menjadi anak Allah?

Di pesan ini, kita akan membahas ajaran Tuhan mengenai keberadaan sebagai anak. Apa artinya menjadi anak Allah? Apa artinya menjadi seorang murid Yesus? Bagaimana kita bisa yakin bahwa kita ini adalah murid Yesus?

Di dalam perikop ini, kata ‘anak’ dan ‘bapa’ seringkali muncul. Ada gambaran tentang induk ayam dengan anak-anaknya, ada juga gambaran tentang ular beludak dan keturunannya di ayat 33. Bagaimana mungkin Anda bukan merupakan ular beludak jika Anda adalah keturunan ular beludak? ‘Ular beludak’ adalah ular yang berbisa. Jika Anda adalah keturunan ular berbisa, maka Anda akan tumbuh sebagai ular juga. Jika Anda dilahirkan dari Allah, maka Anda adalah anak Allah. Termasuk jenis yang manakah Anda?

Di dalam Kitab Suci hanya ada dua jenis manusia.  Setiap orang termasuk ke dalam salah satunya. Alkitab hanya mengenali dua macam manusia: Anda adalah anak-anak Allah, yakni anak-anak terang, atau Anda adalah anak-anak kegelapan, yakni anak-anak iblis.

 

Sekalipun kita berada di bawah kuasa Iblis, kita mempunyai pilihan untuk menjadi anak-anak Allah

Demikianlah, setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini. Pada awalnya, kita tidak mempunyai pilihan. Namun selanjutnya, kita punya pilihan itu. Di tahapan yang awal: ketika kita semua dilahirkan, kita adalah anak-anak kegelapan. Itu adalah hal yang dalam tahapan awalnya kita tidak mempunyai pilihan. Menurut Kitab Suci, kita dilahirkan di dalam dosa. Kita dilahirkan ke dunia yang didominasi oleh dosa. Setiap orang yang lahir ke dunia ini memiliki watak yang egois. Kita semua mementingkan diri sendiri.

Semua psikolog tahu bahwa ego adalah unsur kunci di dalam kejiwaan manusia. Bagi manusia yang menjadi pusat dari kehidupannya adalah dirinya sendiri dan segenap ‘si akunya’. Segenap kehidupannya berkisar pada dirinya sendiri saja, dan setiap usaha untuk mengubah hal ini akan menimbulkan banyak kesulitan. Anda boleh saja memberitahu seseorang bahwa dia seharusnya  tidak menjadikan dirinya pusat bagi kehidupannya, namun hal itu akan menjadi sangat sulit baginya untuk dilaksanakan.

Namun terdapat suatu keputusan besar yang harus diambil di dalam tahapan yang berikutnya. Sekalipun kita ini boleh jadi terlahir sebagai anak-anak kegelapan, sekalipun kita ini dilahirkan di dalam dosa, sekalipun secara alami kita ini egois, sekalipun secara alami kita ini telah tercemar, ajaran Kitab Suci mengatakan bahwa kita mempunyai pilihan. Kita tidak harus tetap menjadi anak-anak kegelapan; kita tidak harus terus menjadi pemberontak; kita tidak harus terus menjadi anak-anak iblis. Kita bisa menjadi anak-anak Allah. Itulah sebabnya mengapa Alkitab disebut ‘Kabar Sukacita”.

Apa kabar sukacitanya? Kabar baiknya adalah bahwa sekalipun kita ini dilahirkan di dalam dosa namun kita boleh menjadi anak-anak Allah. Itulah alasan mengapa Alkitab itu disebut ’Kabar Sukacita’. Kita mempunyai pilihan.

 

Manusia tidak memiliki kuasa untuk luput dari tarikan gravitasi dosa.

Itulah hal yang dimaksudkan oleh Alkitab sebagai dosa. Dosa adalah hal yang cenderung untuk bergerak ke bawah. Sama seperti prinsip gravitasi. Massa bumi ini menarik semua benda ke bawah. Dan kodrat di dalam diri kita ini, begitulah cara Alkitab menyebutnya, bekerja persis seperti daya gravitasi bumi. Ia menarik segala sesuatunya ke bawah. Jika Anda melontarkan sesuatu ke arah atas, maka ia akan turun kembali. Sejarah juga demikian. Orang yang pertama mencoba untuk meluncurkan satu dinasti baru, seperti meluncurkan roket. Dia mencoba untuk mengirimkannya ke atas, namun dinasti itu bergerak turun lagi. Bumi menarik roket itu turun kembali. Dan manusia jelas-jelas tidak punya kuasa untuk luput dari gravitasi ini. Inilah poin yang disampaikan oleh Injil.

Saat Anda melihat roket yang meluncur ke atas, Anda bisa melihat kekuatan yang mendorong yang bersumber dari motor-motor peluncurnya. Untuk apa kekuatan itu? Mengapa Anda memerlukan kekuatan yang sedemikian besarnya untuk membawa naik benda seberat beberapa ton ini? Karena begitu kuatnya tarikan dari gravitasi bumi sehingga dibutuhkan tenaga yang sangat besar untuk bisa mengatasinya, untuk bisa bergerak keluar dari wilayah pengaruh gravitasi bumi ini. Anda bisa perhatikan bahwa sekalipun benda itu sudah mencapai orbitnya, dia tetap akan turun kembali. Mungkin memerlukan waktu yang cukup lama akan tetapi dia pasti akan turun. Jika Anda meluncurkan sebuah satelit ke orbit bumi, apakah yang terjadi? Dia akan jatuh, secara perlahan tetapi pasti. Bumi akan menariknya kembali. Dia memang akan bertahan di sana untuk sementara waktu, akan tetapi secara perlahan, gerak lingkarnya akan semakin mengecil entah dalam hitungan bulan ataupun tahun, dan bumi menang lagi. Pada akhirnya, bumi akan menariknya jatuh. Jadi, Anda harus berada di luar pengaruh gravitasi bumi atau Anda akan kembali lagi. Itulah persoalannya.

Seperti itulah kodrat manusia. Kodrat manusia seperti gravitasi bumi itu. Kita tidak bisa mengatasi gravitasi dosa di dalam hidup kita ini. Kita tidak bisa melakukannya. Kita tidak memiliki kekuatan yang diperlukan, seringkali kita berusaha, kita bikin suatu peluncuran, kita naik sampai cukup tinggi – seperti orang yang dengan kuatnya melemparkan bola bisbol dan bola itu meluncur tinggi ke atas, dan Anda terkagum-kagum, “Wow! Tinggi sekali! Aku tidak bisa melempar setinggi itu!” Bola itu memang akan bertahan cukup lama di atas, namun ia tetap akan turun kembali. Ia akan turun kembali tidak peduli seberapa tinggi Anda melemparkannya, karena tenaga kita tidak cukup kuat untuk mengatasi kekuatan gravitasi. Tidak cukup kuat.

 

Terimalah kuasa Allah untuk bebas dari perbudakan oleh kuasa dosa

Inilah maksud bahwa menjadi anak Allah itu membutuhkan kuasa Allah! Karena secara alamiah, kita ini diperbudak oleh tenaga gravitasi dosa, entah kita suka atau tidak, dan seringkali kita memang tidak menyukainya. Orang yang berada di bawah perbudakan suatu sistem tertentu bisa saja tidak menyukai keadaan tersebut, akan tetapi mereka tidak punya pilihan. Bisa dikatakan kita adalah budak-budak si Jahat, dialah pusat kehidupan kita, hal ini bukan berarti kita senang menjadi budak Iblis, melainkan karena kita tidak punya pilihan lain! Kita tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi tenaga gravitasi yang mengurung kita di dalam belenggu ini.

Seringkali, kita mungkin melakukan reformasi moral. Kita berusaha untuk mengatasinya akan tetapi tetap saja kita tidak memenangkannya. Mungkin, kadang kala, kita bisa mencapai suatu jarak tertentu, namun tetap saja kita kalah. Cepat atau lambat, gravitasi itu akan menarik kita kembali. Ini tentunya bukanlah ‘kabar baik’ bagi kita. Kita tampaknya tidak bisa lolos dari kuasa dosa, kuasa yang terus menerus menarik kita ke bawah, kuasa yang menyelubungi segala sesuatu yang ada. Selalu saja kuasanya tidak mencukupi. Terdapat kemerosotan; terjadi kehancuran yang terus menerus, suatu prinsip keruntuhan, prinsip yang menghentikan segala sesuatu yang bergerak. Segala sesuatunya akan mencapai titik perhentian.

Demikianlah, semua ini bergantung pada kuasa. Sekarang ini saya adalah seorang Kristen karena saya tahu bahwa satu-satunya solusi bagi persoalan ini adalah kuasa Allah! Saat Anda mengalami kuasa Allah, maka Anda akan tahu bahwa hal itu nyata. Tak ada jalan lain bagi Anda untuk bisa meloloskan diri dari kuasa dosa yang dahsyat ini. Tanpa kuasa Allah, dosa akan menang.

Anda boleh saja melakukan reformasi moral, Anda boleh mencoba dengan pendidikan. Dunia ini telah mengupayakan segalanya: berusaha menciptakan masyarakat baru; berusaha membangun bangsa yang baru. Untuk bisa membangun bangsa yang baru, maka Anda harus memiliki masyarakat yang baru. Bagaimana supaya bisa memiliki masyarakat yang baru? Apa jalan keluar yang ditawarkan oleh dunia? Dunia telah mencoba, misalnya, melalui pendidikan. Namun orang terpelajar, ternyata tidak lebih baik dari orang lain. Mereka memang menjadi orang-orang yang lebih berpengetahuan, akan tetapi mereka tidak lebih baik daripada orang lain. Jika mereka memang lebih baik daripada orang lain, maka semua kaum intelektual kita tentunya akan menjadi orang-orang yang sangat luar biasa. Ternyata mereka juga melakukan kejahatan yang sama dengan orang lain, hanya saja mereka melakukannya dengan cara yang lebih cerdik, namun tetap saja dosa. Jadi, semua upaya itu ternyata sia-sia saja.

Hanya kuasa Allah yang bisa menolong kita melalui semua ini. Apakah ini hanya sekadar teori? Apakah ini hanya semacam harapan saja? Jika ini hanya merupakan harapan, berarti saya telah menyia-nyiakan waktu saya dengan memberitakan Injil. Saya memberitakan Injil karena saya memperoleh kepastian dan keyakinan, dan keyakinan serta kepastian ini berasal dari pengalaman bahwa kuasa Allah bisa membebaskan kita. Itulah alasan mengapa saya menjadi orang Kristen sekarang ini.

 

Kita hidup di zaman yang rawan

Kita sekarang hidup di zaman di mana keberadaan Anda dan saya bisa lenyap dalam waktu 5 menit jika seseorang, di suatu tempat, menekan tombol yang salah. Itulah masa depan “cerah” yang sedang kita hadapi. Ilmu pengetahuan telah membawa kita pada tingkatan di mana keberadaan kita menjadi sangat tidak menentu. Sekarang ini, sekalipun Anda berniat untuk melarikan diri, tidak ada tempat yang bisa Anda pergi. Di zaman ini, kepanikan dengan cepat bisa terjadi di mana-mana.

 

Bisnis membangun ruang perlindungan bawah tanah

Tahukah Anda bisnis apa yang paling menguntungkan di Inggris sekarang ini? Salah satu bisnis yang paling menguntungkan adalah pembangunan bunker perlindungan dari bom. Para pembangun ruang-ruang perlindungan dari serangan bom sedang mengalami masa keemasan dalam bisnisnya! Mereka bahkan tidak sanggup mengimbangi pesanan yang masuk! Setiap orang ingin membangun ruang perlindungan dari bom nuklir di halaman rumah mereka. Daftar antrian orang-orang yang memesan lubang perlindungan ini begitu panjang.

Di Swiss sudah merupakan suatu kewajiban bagi setiap rumah untuk memiliki ruang perlindungan bawah tanah semacam ini. Di lantai bawah setiap rumah terdapat lubang perlindungan. Apakah ruang-ruang perlindungan itu bisa melindungi mereka dari ledakan bom nuklir, saya meragukannya, namun setidaknya bunker-bunker tersebut memberikan semacam rasa aman. Saya pernah tinggal di sebuah apartemen, dan di lantai dasar gedung apartemen tersebut ada sebuah pintu besi yang sangat tebal menuju ke bunker, ruang perlindungan yang terbuat dari beton tebal. Setiap orang ingin selamat [dari bom nuklir]. Seperti inilah cara hidup kita sekarang ini – di dalam lingkungan lubang perlindungan.

 

Bisnis makanan beku-kering

Bisnis lain yang sedang berkembang dan menghasilkan keuntungan besar di Amerika Utara dan juga di Eropa adalah bisnis makanan beku kering (freeze-dried). Bisnis makanan beku-kering sedang maju pesat. Sekarang ini Anda bisa membeli makanan beku kering yang bisa bertahan sampai sekitar 4 – 6 tahun. Demikianlah, setelah Anda membangun bunker kemudian Anda harus mengisi bunker Anda dengan makanan yang bertahan lama supaya Anda tidak mati kelaparan. Makanan kalengan yang berada dalam kondisi yang bagus hanya bisa bertahan sampai sekitar setahun, bergantung apakah isinya sayuran atau daging, akan tetapi makanan yang dikeringkan lewat proses pembekuan bisa bertahan sampai sangat lama. Kita sedang hidup di zaman yang sangat menarik.

 

Dunia yang di bawah kendali serta kuasa Iblis akan dihancurkan

Dosa adalah unsur yang dominan di dalam dunia ini, entah kita bersedia mengakuinya atau tidak. Dan karena dosa merupakan unsur yang dominan, maka kehancuran pasti akan datang. Cepat atau lambat, mudah-mudahan lambat, tahapan itu akan tercapai. Seperti inilah dunia yang kita tinggali ini. Itulah kenyataannya. Kita tidak perlu berpura-pura. Hari ini, cuaca terlihat sangat cerah, namun kita tidak tahu seperti apa rupa dunia ini minggu depan, atau mungkin bulan depan. Mengapa? Karena dosa. Kita tidak suka akan situasi semacam ini, akan tetapi ada semacam kekuatan di luar diri kita yang mengendalikan segala sesuatunya. Itulah hal yang di dalam Alkitab disebut dengan ungkapan bahwa dunia ini berada di dalam kuasa Iblis. Anda tidak suka akan hal itu tetapi Anda tahu bahwa ia memang memegang kendali. Anda tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi minggu depan, namun ada kuasa di luar diri kita yang sedang mengerjakannya. Manusia tampaknya sedang dikendalikan oleh kekuatan yang berasal dari luar diri mereka.

 

Situasi di Timur Tengah

Tampaknya, tidak seorangpun menginginkan perang, akan tetapi nyatanya kita selalu berperang. Situasi di Timur Tengah sekarang ini sangatlah berbahaya – setiap orang tahu bahwa segala sesuatu bisa menjadi pemicu perang besar di Timur Tengah. Segala hal yang remeh sekalipun bisa menjadi sumbu bagi bom berikutnya, dan Anda tidak tahu siapa yang akan menyalakan sumbu tersebut. Apa yang sedang terjadi? Itulah hal yang dimaksudkan di dalam Alkitab. Alkitab menjelaskan dengan terperinci hal-hal yang sedang terjadi ini, bahwa anak-anak kegelapan sedang mengendalikan dunia ini, karena mereka sendiri berada di bawah kendali kuasa kegelapan yang tampaknya memegang kekuasaan atas segala sesuatu di dunia ini. Itulah yang dimaksudkan oleh Alkitab bahwa dunia ini sedang berada di bawah kuasa Iblis. Manusia tidak tahu mengapa dia sampai berbuat seperti itu. Setelah melakukan perbuatan tersebut, dia lalu mengenang hal tersebut dengan rasa malu, namun sudah terlanjur.

 

Sekalipun Anda tidak mengingininya, Anda berada di bawah kuasa Iblis

Rasul Paulus berkata, “Aku berbuat dosa, namun aku tidak bisa menghindari perbuatan dosa. Aku juga tidak tahu mengapa aku sampai berbuat dosa.” Satu-satunya penjelasan yang bisa saya pikirkan adalah karena ada prinsip dosa yang mendorong saya untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin saya perbuat. Namun saya melakukannya. Saat saya renungkan, setelah kejadiannya berlangsung, saya lalu menanyakan diri saya, “Apa yang telah kuperbuat ini?” Itulah hal yang, di dalam Alkitab, disebut sebagai keadaan anak-anak si Jahat.

Bukan berarti bahwa Anda berminat untuk menjadi anak si Jahat, namun Anda mau tidak mau sedang berada di bawah kuasanya, di bawah kuasa dosa, dan Anda akan mengerjakan hal-hal yang nantinya Anda sesali. Lalu Anda bertanya-tanya mengapa Anda sampai melakukan semua itu? Saya sampaikan hal ini agar Anda mengerti bahwa prinsip inilah yang sedang diuraikan oleh Alkitab, meskipun prinsip ini mungkin terdengar agak aneh bagi telinga Anda, namun prinsip ini nyata. Anda tahu bahwa prinisp ini benar. Orang-orang Jerman tahu bahwa prinsip ini nyata. Mereka jijik pada diri mereka sendiri karena telah melakukan perbuatan sekeji itu. Sungguh suatu perbuatan yang sangat keji, akan tetapi mereka juga tidak tahu mengapa mereka melakukannya. Mereka juga tidak bisa memahami diri mereka sendiri. Mengapa mereka melakukannya? Bukankah hal ini menyakitkan?

Saya merasa bersalah karena telah mengajukan pertanyaan semacam itu kepada teman saya. Pertanyaan tersebut tidak adil karena bisa saja Anda atau saya akan melakukan hal yang sama dalam keadaan yang serupa dengan orang-orang pada saat itu, orang-orang yang sedang hanyut oleh suatu doktrin, dibius oleh ajaran yang sesat, seperti yang terjadi pada kebanyakan orang di zaman sekarang ini. Mereka kerjakan segala sesuatu yang, pada saat itu, mereka pandang benar, dan belakangan baru mereka sadari bahwa semua itu salah.

 

Pilihlah untuk tidak hidup di dalam dosa, untuk tidak lagi menjadi anak si Jahat

Lalu bagaimana kita bisa merdeka? Mari kita lihat apa yang diajarkan oleh Kitab Suci karena saya tidak sedang memberikan hasil pemikiran saya sendiri. Saya hanya sekadar menyampaikan Firman Allah.

Di dalam Alkitab, berulang kali kita menemukan pembahasan tentang keberadaan sebagai anak, pilihan yang akan memisahkan orang-orang menjadi dua golongan. Entah Anda menjadi anak si Iblis, sekalipun Anda tidak menyukainya, atau Anda bisa memilih untuk menjadi anak Allah. Itulah makna menjadi seorang Kristen sejati. Hal inilah yang akan kita teliti nanti, karena memang ada orang Kristen yang palsu. Yang dimaksudkan sebagai iman, percaya atau tindakan iman menurut Alkitab adalah pilihan yang kita ambil ketika kita berkata, “Aku tidak mau berada di dalam dosa lagi. Aku tidak mau berada di dalam kegelapan lagi. Aku tidak mau menjadi anak-anak kegelapan. Aku tidak mau menjadi anak si Jahat lagi. Dan aku memiliki pilihan itu. Allah telah memberiku pilihan tersebut. Aku memilih untuk menjadi anak Allah. Dia telah memberiku undangan untuk bisa menjadi anakNya, dan aku memilih untuk menerima undangan untuk menjadi anakNya.” Itulah artinya menjadi seorang Kristen.

Perhatikan hal yang berikut ini. Anda baca dari Yoh 8:41-45, di mana Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.”

Ini adalah bagian bacaan yang sangat penting. Perhatikan di ayat 41 orang-orang religius ini, yakni orang-orang Yahudi (dan sebagian orang Kristen zaman sekarang juga) berkata, “Kami memiliki satu Bapa, bahkan Allah-lah yang menjadi Bapa kami. Kami adalah anak-anak Allah!” Dan Yesus berkata, “Belum tentu.”

 

Daftar Pustaka

Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!