Mendidik Anak di Era Digital

210 views

Mendidik Anak di Era Digital

Oleh

Yuri Gardian

STT REM/STT SANGKAKALA

 

 

Di dalam keluarga, orang tua memiliki peran yang sangat penting. Kehadiran Ayah dan Ibu akan memberikan pengaruh yang besar dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Keluarga adalah tempat yang pertama dan utama bagi pendidikan anak-anaknya. Ini berarti bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya dan tidak dapat digantikan oleh lembaga atau institusi manapun, termasuk gereja dan sekolah. Menjadi orang tua bukanlah sebuah pilihan, tetapi menjadi orang tua adalah kehendak Tuhan. Orang tua adalah wakil Tuhan di bumi bagi anak-anaknya. Karena itu setiap anak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

 

Peran Orang Tua dalam mendidik anak di Era Digital

Apa saja peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya di Era Digital ini? Di bawah ini adalah beberapa peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya di Era Digital, yaitu :

  1. Orang Tua sebagai Pemimpin (Parent as Leader)

Orang tua (khususnya Ayah / Bapa) berperan sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, termasuk menjadi pemimpin dalam mendidik anak-anaknya. Sebagai seorang pemimpin, maka Ayah / Bapa harus menetapkan peraturan di dalam keluarga. Tentu peraturan atau tata tertib yang ditetapkan memiliki fungsi dan tujuan, yaitu untuk mendidik dan mendisiplinkan anak-anaknya menjadi pribadi yang baik. Dan jika peraturan tersebut dilanggar, maka harus diterapkan sanksi / hukuman kepada anak-anaknya. Misalnya: Seorang anak yang bermain game on line dan lupa waktu untuk mengerjakan tugas sekolah, berkata-kata yang kurang sopan kepada orang tua, memberontak atau melawan orang tua dan lain-lain.

 

  1. Orang Tua sebagai Guru (Parent as Teacher)

Mendidik anak di Era Digital yang serba canggih bukanlah pekerjaan mudah. Pengaruh masa atau jaman komputerisasi seperti sekarang ini harus disikapi dengan bijak oleh orang tua jaman sekarang. Orang tua ( Ayah dan Ibu ) harus berperan sebagai seorang guru yang memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anak-anaknya. Di dalam Alkitab, dari Kitab Amsal 22:6 tertulis bahwa :”Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.” Ini berarti bahwa orang tua harus mendidik dan mengajarkan nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan Firman Tuhan. Selain itu, peran orang tua sebagai guru adalah memberikan keteladanan dalam segala hal kepada anak-anaknya. Keteladanan dalam sikap, perkataan maupun perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Keteladanan dalam kasih kepada anak-anaknya, keteladanan dalam berkata-kata yang positif dan perbuatan nyata dalam memberikan perhatian, menghargai hasil karya anak, dan lain-lain.

 

 

  1. Orang Tua sebagai Pembimbing (Parent as Counceller)

Orang tua berkewajiban memberikan bantuan kepada anak-anaknya agar mereka mampu menemukan masalahnya sendiri, memecahkan masalahnya sendiri, mengenal diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Orang tua perlu memahami dengan baik tentang kebutuhan anak-anaknya. Karena itu, orang tua harus menjadi pendengar yang baik terhadap keluh kesah dan kegundahan yang sedang dialami anak-anaknya. Sebagai seorang konselor, maka orang tua sebaiknya membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak-anaknya sehingga mereka merasa nyaman dan aman untuk bercerita tentang semua masalah yang sedang dihadapinya. Dalam hal ini, orang tua dapat memberikan nasehat yang berguna bagi anak-anaknya supaya dapat terhindar dari pengaruh negatif jaman era digital ini. Karena pada kenyataannya banyak orang tua yang kurang peduli kepada anak-anaknya, dengan alasan kesibukan pekerjaan, urusan pribadi, sehingga anak-anaknya dibiarkan menyelesaikan masalah tanpa bimbingan orang tua.

 

  1. Orang Tua sebagai Pemberi Semangat (Parent as Motivator)

Peran orang tua sebagai motivator sangat penting bagi kehidupan anak. Orang tua seharusnya memberikan semangat atau dorongan yang kuat bagi anak untuk berjuang dalam hidupnya. Motivasi atau dorongan yang dapat orang tua berikan kepada anak-anaknya dapat melalui bermacam-macam cara, misalnya: Melalui bahasa tubuh ( Mengacungkan jempol, mengangkat tangan, menepuk bahu, memberikan senyuman dan pelukan yang hangat. Orang tua dapat memberikan semangat kepada anak-anaknya ketika mereka mengalami kesulitan dalam belajar, kurang percaya diri dalam penampilannya. Motivasi juga dapat diberikan melalui percakapan singkat antara orang tua dengan anak saat menonton televisi, makan bersama keluarga, rekreasi bersama ke suatu tempat, dan lain sebagainya.

 

  1. Orang Tua sebagai Pemberi Gagasan / Ide (Parent as Ideator)

Salah satu peran orang tua dalam mendidik anak adalah sebagai pemberi gagasan atau ide. Gagasan atau ide yang dimaksud di sini adalaha gagasan yang tercipta dari pemikiran dan pandangan orang tua. Gagasan atau ide sangat diperlukan oleh seorang anak dalam mengembangkan potensi dirinya dalam mencapai cita-cita atau impian dalam hidupnya. Orang tua, baik ayah ataupun ibu dapat membantu anak untuk berpikir kreatif dan inovatif melalui pembelajaran yang diberikan oleh mereka. Misalnya: memberikan metode atau cara-cara yang efektif dalam belajar bagi anak, memberikan pandangan bagi anak untuk dapat mandiri dan bertanggung jawab, melakukan kewirausahaan (enterpreneurship), dan sebagainya.

 

PENUTUP

Mendidik anak di Era Digital ini bukanlah persoalan yang mudah. Generasi jaman ini adalah generasi dengan teknologi digital yang begitu canggih seringkali sulit untuk dididik oleh orang tua. Orang tua harus memiliki metode dan cara yang efektif dalam mendidik anak-anak mereka. Orang tua tidak dapat menerapkan model pendidikan jaman dulu yang mungkin sudah tidak relevan lagi dengan keadaan jaman saat ini. Oleh sebab itu orang tua harus bersikap bijak dan terbuka dengan segala perkembangan dan kemajuan teknologi digital. Orang tua bukan hanya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak secara jasmani, namun juga harus melakukan perannya sebagai pemimpin, guru, pembimbing, pemberi semangat dan pemberi gagasan atau ide. Dengan demikian maka diharapkan anak-anak jaman sekarang di era digital ini tetap dapat dididik secara baik dan tidak mengesampingkan pentingnya kebutuhan spiritual juga bagi perkembangan anak.

 

Referensi:

Alkitab Terjemahan Baru, Jakarta :Lembaga Alkitab Indonesia, 2010.

Jarot Wijanarko, Ester Setiwati, Parenting Era Digital (Ayah Ibu Baik), Jakarta: Keluarga Indonesia Bahagia, 2016.

Jarot Wijanarko, Mendidik Anak, Jakarta: Suara Pemulihan, 2002.

Roy Lessin, Disiplin Keluarga, Malang : Gandum Mas, 2002.

Thomas Lickona, Character Matters, Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!