Fenomena Era Digital dan Dampaknya pada Anak

70 views

Fenomena Era Digital dan Dampaknya pada Anak

 

Oleh

Yuri Gardian

STT SANGKAKALA MANGGA DUA

 

Pendahuluan

 

Perkembangan jaman begitu cepat diiringi dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Segala sesuatu sudah memasuki sebuah era yang disebut dengan Era Digital. Dalam Era ini atau masa ini, semuanya sangat mudah dilakukan. Hanya dengan sebuah sentuhan ( Touching ) atau “One Click” sudah dapat mengakses berbagai informasi dan mempermudah pekerjaan apapun yang akan dilakukan.Hal ini menjadi tantangan yang berat bagi orang tua pada jaman sekarang, terutama dalam mendidik anak anaknya di era digital. Pendidikan yang diberikan orang tua pada jaman dulu, seringkali sudah tidak relevan lagi dengan era digital saat ini sehingga banyak orang tua yang merasa kesulitan dan mulai menyerah dalam mendidik anak-anaknya. Peran orang tua sudah mulai terganti dengan peran yang lain dari era digital ini.

 

Definisi Era Digital

Apa itu Era Digital? Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).

Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah-mudah saja, proses biner seperti saklar lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu Off (0) dan On (1). Misalnya ada 20 lampu dan saklar, jika saklar itu dinyalakan dalam posisi A, misalnya, maka ia akan membentuk gambar bunga, dan jika dinyalakan dalam posisi B, ia akan membentuk gambar hati. Begitulah kira-kira biner digital tersebut.

Era digital adalah istilah yang di gunakan dalam kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru Era Digital sering di gunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Media ini memiliki karakteristik dapat dimanipulasi,  bersifat jaringan atau internet, selain internet seperti media cetak, telivisi, majalah, koran dan lain-lain bukanlah termasuk dalam kategori media baru. Media massa beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Kemampuan media era digital ini lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat dalam hal ini internet yang membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan.

Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali. Tetapi di sayangkan semakin berkembangnya teknologi justru semakin banyaknya kejahatan yang terdeteksi. Oleh karena itu segala sesuatunya harus memiliki perlindungan hak cipta dan mengontrol anak-anak dan remaja khususnya.

Fenomena Generasi Digital

Fenomena yang terjadi pada generasi digital saat ini adalah penggunaan gadget yang begitu pesat di kalangan anak-anak dan remaja. Tidak dapat dipungkiri bahwa gadget begitu mempengaruhi kehidupan anak-anak jaman sekarang. Gadget bukanlah benda yang asing bagi anak-anak. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap anak dalam sebuah keluarga, memiliki gadget walaupun bentuk dan harganya bervariasi. Gadget merupakan “benda ajaib” yang dapat membantu anak dalam menyalurkan keinginannya dan menunjukkan jati dirinya kepada orang lain.

Apa itu Gadget? Gadget dalam bahasa Indonesia disebut dengan gawai, yaitu suatu peranti atau instrumen yang meniliki tujuan dan fungsi praktis dan secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Misalnya: Laptop, Ipad, tablet atau smartphone. (Wikipedia”Gadget”).

Pemakaian Gadget di Indonesia, menurut pakar teknologi informatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dimitri Mahayana, sekitar 5-10 persen gadget mania terbiasa menyentuh gadgetnya sebanyak 100-200 kali dalam sehari. Jika waktu efektif manusia beraktifitas 16 jam sehari, maka seseorang yang kecanduan gadget akan menyentuh perangkatnya itu setiap 4,8 menit sekali. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna Facebook, Twitter dan WhatsApp terbesar di dunia, yang penggunanya masing-masing mencapai 51 juta. Pada tahun 2012 terdapat 27 persen anak balita yang menggunakan gadget, namun di tahun 2014 jumlahnya meningkat hingga 73 persen.

Menurut Dr. Dede Mulkan, M.Si (Pakar Teknologi dan Komunikasi serta Dosen Fikom UNPAD), anak-anak sekarang ini sudah banyak yang mengenal gadget, dan lingkungan sekitarnya sudah paham dengan media digital. Internet pun seperti pisau yang bermata dua, yaitu bisa berdampak positif dan negatif dalam waktu yang bersamaan. Kurangnya pengawasan orang tua bisa membuat anak menjadi salah asuh dalam penggunaan teknologi dan komunikasi.

Ada apa sebenarnya di dalam Gadget sehingga dapat mempengaruhi anak sedemikian hebat? Dapat dikatakan bahwa di dalam gadget semuanya telah tersedia. Seluruh dunia ada di dalam gadget, baik informasi, hiburan, pertemanan, pelajaran, permainan (game) yang menyenangkan. Tidak heran hampir sebagian besar anak terpikat olehnya. Kebanyakan anak menggunakan perangkat tersebut untuk menonton film, lagu, video klip, program TV, gaame maupun aplikasi lainnya. Rata-rata lama penggunaannya adalah 2-3 jam, sehingga tidak heran 4-6 persen di antara 10 anak usia pre-school sudah sangat lekat dengan tayangan televisi maupun aplikasi di gadget. ( Ayunda Pininta,2015 ”Membelikan Gadget untuk Anak Balita?”).

 

 

Dampak Era Digital

 

Dalam perkembangan teknologi era digital ini, tentu banyak sekali dampak atau pengaruh yang dirasakan oleh semua orang, khususnya anak-anak jaman sekarang, baik dampak positif maupun dampak negatifnya.

  1. Dampak Positif Era Digital bagi Anak

 

Berikut beberapa pengaruh positif perkembangan teknologi di era digital terhadap kehidupan anak-anak jaman sekarang, yaitu:

  1. Dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan oleh seorang anak dengan lebih mudah dan cepat.
  2. Internet dapat memberikan segudang pengetahuan dan data yang faktual bagi seorang anak untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolah, misalnya: media pembelajaran on-line, perpustakaan on-line dan diskusi on-line.
  1. Dengan adanya ponsel pintar (Smartphone), anak-anak jaman sekarang  dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
  1. Media sosial dan jejaring sosial seperti: Facebook, Twitter, WhapsApp, Instagram, YouTube dan lain-lain dapat mempermudah anak-anak jaman sekarang untuk mengekspresikan perasaan, perilaku dan keinginannya (Identitas / Jati diri).
  2. Teknologi di era digital seperti komputer dapat digunakan sebagai sarana hiburan, games, dan lain-lain untuk menyenangkan dirinya dan orang lain.
  3. Dampak Negatif Era Digital bagi Anak

 

Berikut beberapa pengaruh negatif perkembangan teknologi di era digital terhadap kehidupan anak-anak jaman sekarang, yaitu :

  1. Internet, media sosial, gadget, komputer, dan lain-lain dapat menyebabkan kecanduan yang mendalam (Addicted) bagi seorang anak sehingga melalaikan tugas dan tanggung jawabnya di rumah maupun di sekolah. Misalnya: kecanduan pornografi, game on-line, dan lain-lain.
  2. Kemajuan teknologi di era digital dapat mengakibatkan ketidakharmonisan hubungan (Disharmonis Relationship) antara anak dengan orang tuanya. Anak seringkali tidak berkomunikasi dengan orang tuanya, bahkan cenderung memberontak.
  3. Perkembangan dunia digital membuat segala sesuatunya menjadi mudah sehingga anak-anak jaman sekarang cenderung menjadi malas karena semuanya telah tersedia, misalnya: Membeli barang, memesan makanan, dan lain-lain.
  4. Kemajuan dunia digital mempengaruhi perilaku seorang anak terhadap lingkungannya. Dengan jaman yang serba maju saat ini, seorang anak seringkali tidak perlu berkomunikasi atau bersosialisasi dengan teman-temannya. Hanya melalui gadget yang canggih, mereka dapat berinteraksi di dunia digital.
  5. Perkembangan dunia digital dapat memicu kejahatan di dunia maya dan kekerasan atau agresi bagi anak-anak jaman sekarang untuk berperilaku buruk terhadap orang lain. Dan semua itu mereka lihat serta pelajari dari internet, dan lain-lain.
  6. Tidak sedikit anak-anak jaman sekarang yang mengalami kerusakan hubungan dengan Tuhan karena lebih memprioritaskan mengikuti perkembangan era digital. Mereka terlalu sibuk dengan kegiatan pribadinya sehingga melupakan hubungan dengan Tuhan.
  7. Perkembangan dunia digital memicu perilaku atau moral yang kurang baik bagi anak-anak jaman sekarang. Apa yang mereka lihat di YouTube, internet, dan lain-lain itu yang mereka lakukan. Dan mereka anggap itu adalah hal yang wajar.

 

Referensi

 

Alkitab Terjemahan Baru. (2010). Jakarta : Lembaga Alkitab Indonesia.

 

Wijanarko, J., & Setiawati, E. (2016). Parenting Era Digital (Ayah Ibu Baik). Jakarta: Keluarga Indonesia Bahagia.

 

Wijanarko, J. (2002). Mendidik anak. Jakarta: Suara Pemulihan.

 

Lessin, R. (2002). Disiplin keluarga. Malang : Gandum Mas, 2002

 

Lickona, T. (2012). Character Matters. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!