Pemimpin yang Menjadi Teladan

11 views

Pemimpin yang Menjadi Teladan

Oleh

Raymond P Tambunan

STT LETS

 

Tindakan anda berbicara lebih keras dari kata-kata anda. Sebuah ungkapan yang menunjukan betapa pentingnya keteladanan bagi seorang pemimpin. Apalah artinya sebuah kata-kata indah tanpa disertai tindakan nyata. Pemimpin harus mampu berkata “ikutlah teladanku”.

 

Krisis kepemimpinan seringkali dipicu oleh krisis keteladanan. Sulit dijumpai pemimpin yang memiliki integritas tinggi ditengah situasi zaman yang semakin sulit. Godaan untuk bersikap kompromi akan dosa membuat pemimpin sulit menjaga integritasnya sebagai pemimpin yang dipilih oleh Tuhan. Maka untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang dapat diteladani tidak lepas dari sebuah komitmen untuk menjadi serupa dengan Yesus. Tidak ada proses yang instan untuk menjadi pemimpin yang dapat menjadi teladan dan menginspirasi orang lain untuk dapat mengikuti jejaknya, dan Tuhan Yesus adalah sosok pemimpin sempurna yang mampu menjaga perkataan yang sama dengan perbuatan.

 

Untuk menjadi pemimpin yang mampu memberikan teladan kepada orang lain, maka ada 3 hal yang harus dimiliki pemimpin, antara lain:

 

  1. Pemimpin harus memiliki motivasi yang benar

Motivasi adalah alasan anda menjadi seorang pemimpin. Motivasi sesuatu yang tidak nampak, tapi berpengaruh dalam kepemimpinan. Sulit bagi seorang pemimpin untuk    memberi teladan jika dari awal kepemimpina dan motivasi yang dimilikinya hanya untuk mendapatkan kekuasaan. Kepemimpinan harus didahului oleh motivasi yang benar. Para diktator yang otoriter, memang memiliki keinginan/motivasi untuk berkuasa, sehingga menghalalkan berbagai cara untuk dapat menjadi seorang pemimpin sekalipun tidak disertai dengan visi/misi yang kuat dalam kepemimpinannya, sehingga tidak heran jika dalam kepemimpinannya banyak orang yang menjadi korban sakit hati, kecewa dan diakhiri hubungan yang tidak harmonis. Sebaliknya peminpin yang memiliki motivasi melayani, maka kepemimpinannya akan menunjukan sikap yang melayani dan berkorban bagi orang lain. Dengan kata lain, jika kepemimpinan didasarkan visi/misi yang jelas dan memiliki motivasi yang benar, maka pemimpin tersebut dengan mudah dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi sesamanya.

 

  1. Pemimpin yang berpegang kepada nilai-nilai kebenaran.

Pemimpin yang tanpa kompromi dengan dosa adalah pemimpin yang menjadi contoh atau teladan bagi sesama. Pemimpin yang memiliki prinsip adalah pemimpin yang lebih baik rugi karena kebenaran daripada untung karena dosa. Prinsip-prinsip kebenaran tersebut merupakan harga mati dalam kepemimpinannya. Tidak semua orang yang memilki sikap seperti ini, jika seorang pemimpin mempunyai sikap seperti ini, maka keteladanan akan mengikuti kepemimpinannya. Ada ungkapan mengatakan bahwa lebih baik sekerat roti tapi disertai takut akan Tuhan daripada makan daging tapi dari hasil yang tidak halal. Bagi pemimpin berpegang teguh dengan prinsip/nilai kebenaran adalah seperti menjaga harkat dan martabat dalam dirinya.

 

  1. Pemimpin yang rendah hati

Menjadi teladan itu tidak sama dengan menjadi sempurna dan tanpa berbuat salah. Pemimpin akan menyadari bahwa dirinya tidak luput dari dosa dan pelanggaran, tetapi sikap yang rendah hati akan membuat dia selalu mau belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Tuhan menilai pemimpin dari hatinya dan kemudian tindakannya. Sikap rendah hati akan menjaga pemimpin untuk tidak merasa dirinya paling benar. Sikap rendah hati adalah sikap yang siap dikoreksi, sikap yang mau berubah dan sikap yang ingin lebih baik dikemudian hari. Pemimpin yang rendah hati akan terus menerus belajar dari masa lalu, tetapi tidak bernostalgia dengan masa lalu. Pengalaman akan membuatnya menyadari bahwa masih banyak kelemahan dalam dirinya dan kerendahan hati akan memperbaikinya. Jika pemimpin mampu memperbaiki tingkah lakunya, maka sesungguhnya dia sedang belajar untuk memberi keteladanan bagi sesamanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please Contact STT LETS...!